Petunjuk
Teknis Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) 2017
A. Pengertian
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan adalah proses
penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan
dan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas profesinya
B. Tujuan
Tujuan utama Program Pengembangan Keprofsian
Berkelanjutan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru yang ditunjukkan
dengan kenaikkan capaian nilai UKG dengan rata-rata nasional yaitu 70.
C. Teknis
Pelaksanaan
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini
dilaksanakan berbasis komunitas Guru dan Tenaga Kependidikan (komunitas GTK).
D. Moda
Pelaksanaan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan mengembangkan Program
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dalam 3 (tiga) moda, yaitu (1) Tatap
Muka; (2) Daring Murni (full online learning); dan (3) Daring Kombinasi
(kombinasi daring dan tatap muka (blended learning)).
Klasifikasi moda tersebut
dilaksanakan dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:
1. Peta kompetensi guru berdasarkan
hasil UKG
2. Jumlah guru yang sangat besar
3. Letak geografis dan distribusi
guru diseluruh Indonesia
4. Ketersediaan koneksi internet
5. Tingkat literasi guru dalam
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
6. Efisiensi biaya dan fleksibilitas
pembelajaran
7. Adanya beberapa unsur mata
pelajaran (misalnya pelajaran vokasi) yang sulit untuk disampaikan secara
daring.
E.
Pentingnya Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
Partisipasi peserta dalam Program Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (PKB) ini sangat penting karena dapat mengembangkan
keterampilan instruksional dan pengetahuan terhadap konten pembelajaran yang
bersangkutan. Melalui sumber belajar dalam berbagai bentuk dan referensi yang
tersedia di sistem PKB, peserta dapat mengikuti pembelajaran untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan terkait dengan materi pembelajaran yang disajikan.
F. Prinsip
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang
dikembangkan oleh Ditjen GTK harus memenuhi prinsip sebagai berikut:
1. Rumusan tujuan pembelajaran pada
setiap modul telah jelas, spesifik, teramati, dan terukur untuk mengubah perilaku
pembelajar
2. Konten di modul telah relevan
dengan kebutuhan pembelajar, masyarakat, dunia kerja, atau dunia pendidikan
3. Meningkatkan mutu pendidikan yang
ditandai dengan pembelajaran lebih aktif dan mutu lulusan yang lebih produktif
4. Efisiensi biaya, tenaga, sumber
dan waktu, serta efektivitas program
5. Pemerataan dan perluasan
kesempatan belajar
6. Pembelajaran yang
berkesinambungan dan terus menerus
Pelaksanaan pembelajaran pada Program Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut.
1. Mendorong komunikasi antara
peserta dengan fasilitatorPetunjuk Teknis Komunikasi yang baik dalam lingkungan
belajar adalah praktik yang baik. Hal ini akan mendorong keterlibatan peserta
dan membantu peserta mengatasi tantangan-tantangan dalam belajar.
2. Mengembangkan kedekatan dan
kerjasama antar peserta Lingkungan belajar dirancang dan dikembangkan guna
mendorong kerjasama dan dukungan timbal balik berbagi ide dan saling menanggapi
antara sesama peserta.
3. Mendukung pembelajaran aktif
Lingkungan belajar mendukung pembelajaran berbasis
proyek, dimana peserta melakukan proses pembelajaran secara aktif, mengakses
materi, berdiskusi dengan sesama peserta dan atau fasilitator. Peserta membahas
apa yang dipelajari, menuliskannya, menghubungkan dengan pengalaman mereka, dan
mengaplikasikannya.
4. Memberikan umpan balik dengan
segera
Kunci terhadap pembelajaran yang efektif adalah
memberikan tanggapan secepatnya kepada peserta, yaitu melalui teks maupun
suara. Agar peserta merasakan manfaat atas kelas yang mereka ikuti dan
merasakan bahwa proses belajar tidak membosankan, peserta memerlukan dua macam
umpan balik: (a) umpan balik atas konten –maupun (b) umpan balik untuk
pengakuan kinerja.
5. Penekanan terhadap waktu
pengerjaan tugas
Walaupun lingkungan belajar memberikan keleluasaan
untuk belajar dengan ritme masing-masing peserta, tetapi membutuhkan batasan
waktu pengerjaan tugas, sehingga peserta diarahkan untuk menggunakan rentang
waktu yang telah di desain dalam system pembelajaran.
6. Mengkomunikasikan ekspektasi yang
tinggi
Harapan dengan standar yang tinggi sangat penting
untuk semua, untuk yang kurang persiapan, untuk yang tidak bersedia mendorong
diri sendiri, dan untuk yang pintar dan memiliki motivasi tinggi. Dalam
lingkungan pembelajaran program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan,
ekspektasi tinggi dikomunikasikan melalui tugas yang menantang, contoh-contoh
kasus, dan pujian untuk hasil kerjaberkualitas yang berfungsi untuk mencapai
ekspektasi yang tinggi tersebut.
7. Menghargai berbagai macam bakat
dan metode pembelajaran
Dalam pembelajaran Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan, hal ini dapat diartikan dengan memberikan media belajar yang
beragam, memilih topik tertentu untuk proyek maupun kelompok diskusi.
Menyediakan media belajar yang beragam bertujuan untuk mengakomodasi gaya
belajar yang berbeda serta memberikan akses khusus untuk penderita difabel.
(Sumber:
Petunjuk Teknis Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, Direktorat
Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
tahun 2017)
Semoga
bermanfaat.
Salam
dariku (Mudiono).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar