Pengikut

Kamis, 05 Maret 2015

14 KOMPETENSI GURU



14  KOMPETENSI GURU

Kompetensi merupakan kewenangan/kekuasaan untuk menentukan (memutuskan) sesuatu. Kecakapan / keahlian dalam mengetahui (memahami) sesuatu.

Guru memiliki arti  seseorang/ orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya,  profesinya) mengajar.

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN ( PKB)
Pengertian PKB
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) merupakan pembaruan secara sadar akan pengetahuan dan peningkatan kompetensi guru sepanjang kehidupan kerjanya.

PKB dilaksanakan dalam upaya mewujudkan guru yang profesional, bermartabat dan sejahtera; sehingga guru dapat berpartisifasi aktif untuk membentuk insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan YME, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian.

Kompetensi guru meliputi :

A. Kompetensi pedagogik, terdiri atas 7 kompetensi
1.       Menguasai karakteristik peserta didik.
2.       Menguasasi teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
3.       Pengembangan kurikulum.
4.       Kegiatan pembelajaran yang mendidik
5.       Pengembangan potensi peserta didik.
6.       Komunikasi dengan peserta didik.
7.       Penilaian dan evaluasi.

B. Kompetensi Kepribadian, terdiri atas  3 Kompetensi
8.       Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional.
9.       Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan.
10.   Etos Kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru.

C. Kompetensi  Sosial, terdiri atas 2 Kompetensi yaitu: 
11.   Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif.
 
12.   Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik, dan
masyarakat.

D. Kompetensi Profesional, terdiri atas 2 kompetensi 
13.   Penguasaan materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata
pelajaran yang diampu.
14.   Mengembangkan Keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif.


Semoga bermanfaat.
Salam dariku (Mudiono).




Rabu, 04 Maret 2015

LIMA MACAM SIKAP = LIMA MACAM GELAS



LIMA MACAM SIKAP = LIMA MACAM GELAS

Lima macam sikap murid yang belajar kepada seorang guru,  yang diibaratkan dengan 5 macam Gelas.
1. Gelas Pertama = Gelas yang tertutup.
Karena tertutup, gelas ini tidak tidak dapat diisi dengan apapun. Gelas ini menggambarkan sikap seseorang yang tidak mau menerima apa pun kata-kata dari siapapun. Orang ini beranggapan  ajaran orang lain adalah salah, meskipun dirinya tidak tahu apa yang benar. Ia tidak mau menimbang dan merenungkan kata-kata orang lain.
2. Gelas Kedua = Gelas yang sudah penuh berisi air.
Karena sudah penuh berisi air, maka tidak dapat diisi dengan apapun. Gelas ini menggambarkan sikap seseorang yang mau mendengar, namun karena di dalam dirinya sudah ada ajaran yang dia percaya pasti benar, maka ajaran yang baru tak dapat masuk. Ajaran yang telah ia dengar ini menghalangi dirinya untuk mau menimbang dan merenungkan kata-kata dari orang lain.
3. Gelas Ketiga = Gelas yang pecah.
Karena pecah, walau sekalipun dapat diisi, gelas ini tak dapat menampung air yang dituangkan ke dalamnya. Gelas ini menggambarkan seseorang yang tidak mampu mencerna ajaran. Karena itu, meskipun dia ini mau mendengar, mau merenungkan ajaran yang diterima, ada halangan kekotoran batin yang membuat dirinya tidak mampu memahami ajaran. Entah itu halangan fisik, halangan mental, atau  kebodohan.
4. Gelas Keempat = Gelas yang berisi kotoran.
Karena berisi kotoran , maka apapun yang dituangkan ke dalam gelas ini akan menjadi kotor. Gelas ini menggambarkan seseorang yang memiliki sikap jahat. Jika orang ini bertemu dengan yang lebih pandai, ia akan menjadi iri. Bila bertemu dengan yang lebih bodoh, ia akan menghina. Bila bertemu dengan yang setara, ia menganggapnya sebagai pesaing. Orang seperti gelas keempat adalah tipe orang yang paling dihindari oleh seorang guru. Jika ada murid seperti ini, guru yang bijaksana akan menjauh.
5. Gelas kelima = Gelas kosong.
Gelas yang dapat diisi oleh berbagai macam pengetahuan dan ini merupakan sikap seseorang yang ideal untuk belajar.

Semoga bermanfaat.
Salam dariku (Mudiono).