NUTRISI UNTUK KECERDASAN ANAK
Anak cerdas ???.. Bagaimana
mungkin ??.. Lalu perlukah kita punya anak-anak cerdas ??
..
Memiliki anak-anak
yang cerdas merupakan impian sebagian besar para orangtua. Anak memperoleh
kecerdasan dari orangtuanya melalui pewarisan gen, dan dapat juga melalui
makanan yang dikonsumsinya. Makanan yang berasal dari protein, vitamin dan
mineral merupakan nutrisi untuk kecerdasan anak.
Berikut
uraiannya :
1.PROTEIN
Protein merupakan
molekul besar yang tersusun atas unsur-unsur
C, H, O, dan N. Kadang-kadang mengandung unsur P dan S. Protein terdiri
atas polimer asam amino. Tubuh membutuhkan 20 macam asam amino.
Menurut sumbernya, ada
protein hewani, protein yang
berasal dari hewan, dan ada protein nabati, protein dari tumbuhan. Protein hewani merupakan protein sempurna
karena mengandung asam amino esensial. Protein hewani dapat diperoleh dari daging,
ikan, susu, dan telur. Protein nabati merupakan protein tidak sempurna karena
kandungan asam amino esensialnya kurang lengkap. Jumlahnya kurang untuk
memenuhi keperluan tubuh, kecuali dari kacang-kacangan, terutama kedelai.
Asam amino esensial tidak dapat
dibuat/disintesis sendiri oleh tubuh, sehingga dapat dicukupi
dari makanan yang kita makan. Asam amino esensial, antara lain: isoleusin,
leusin, lisin, metionin, valin, treolin, fenilalanin, triptofan, histidin dan
arginin. Arginin dan histidin esensial terutama dibutuhkan pada masa anak-anak.
Asam amino esensial harus didatangkan dari luar
tubuh. Sumber protein yang mengandung asam amino esensial adalah telur, susu,
daging, ikan, biji-bijian atau kacang-kacangan, dan lain-lain.
Asam amino non esensial dapat
dibuat/disintesis sendiri oleh tubuh. Asam amino ini, antara
lain alanin, asparagin, asam aspartat, sistin, asam glutamat, sistein, glisin,
glutamin, serin, prolin, dan tirosin.
Setelah melalui
proses pencernaan, protein diserap oleh usus halus dalam bentuk asam amino. Asam amino membentuk struktur
otak dan zat penghantar rangsang ( zat neurotransmitter ) pada sambungan sel
syaraf. Asparagin diperlukan oleh sistem saraf untuk menjaga kesetimbangan dan
diperlukan pula dalam transformasi asam amino. Asparagin ditemukan pada daging
(segala macam sumber), telur dan susu (serta produk turunannya). Tirosin
sebagai bahan baku pembuat neurotransmitter, katekolamin, dan serotonin yang
mempengaruhi pengendalian diri, pemusatan perhatian (konsentrasi), emosi, dan
perilaku anak. Tirosin terkandung dalam hati ayam, keju, alpukat, pisang, ragi,
ikan dan daging.
2.VITAMIN
Vitamin merupakan senyawa organik
yang sangat dibutuhkan tubuh, walaupun dalam jumlah yang sedikit, namun
fungsinya sangat penting dan tidak dapat digantikan unsur-unsur lain. Vitamin
berfungsi untuk memperlancar proses metabolisme tubuh dan tidak menghasilkan
energi. Di dalam tubuh, vitamin bekerja sebagai katalisator tubuh, yaitu
mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh.
Vitamin B dapat membantu
perkembangan otak dan mengaktifkan fungsi otak yang pada akhirnya dapat
meningkatkan memori. Penurunan memori pada otak sering dikaitkan dengan
kekurangan vitamin B. Makanan seperti telur, daging dan bayam, memiliki jumlah
vitamin B kompleks yang tinggi.
Vitamin B-12 merupakan nutrisi
penting yang diperlukan untuk pembentukan mielin, yang penting untuk membentuk
lapisan di sekitar serat saraf yang bertindak seperti isolasi. Kekurangan
vitamin B-12 sering dikaitkan dengan kerusakan saraf, kehilangan memori,
perubahan suasana hati, dan kelambatan mental. Vitamin ini banyak ditemukan
dalam daging (sapi, kambing, ikan dan domba).
Vitamin B-6 sangat penting untuk
fungsi neurotransmitter dan perkembangan otak. Kekurangan vitamin B-6 dapat
menurunkan tingkat konsentrasi dan menyebabkan kehilangan memori jangka pendek,
depresi, dan kecemasan. Kacang-kacangan, wortel, dan biji bunga matahari
merupakan makanan sehat yang kaya
vitamin B-6.
3.MIINERAL
Mineral sangat dibutuhkan oleh
tubuh, walaupun dalam jumlah sedikit. Zat besi merupakan unsur penting dalam
produksi dan pemeliharaan mielin serta mempengaruhi aktifitas saraf. Zat besi membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan
saraf. Zat besi ditemukan dalam otak
secara tidak merata, sesuai dengan kebutuhan masing-masing bagian otak. Kekurangan zat besi dapat
menyebabkan rendahnya kecerdasan . Pemberian zat besi secara suntikan selama 5
hingga 10 hari untuk bayi yang anemia akibat kekurangan zat besi dapat memperbaiki kemampuan anak.
Semoga
bermanfaat.
Salam
dariku (Mudiono).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar