Pengikut

Minggu, 08 Juni 2014

NUTRISI UNTUK KECERDASAN ANAK



NUTRISI UNTUK KECERDASAN ANAK

Anak cerdas ???..    Bagaimana mungkin ??..           Lalu perlukah kita punya anak-anak cerdas ?? ..

Memiliki anak-anak yang cerdas merupakan impian sebagian besar para orangtua. Anak memperoleh kecerdasan dari orangtuanya melalui pewarisan gen, dan dapat juga melalui makanan yang dikonsumsinya. Makanan yang berasal dari protein, vitamin dan mineral merupakan nutrisi untuk kecerdasan anak.

Berikut uraiannya :
1.PROTEIN
Protein merupakan molekul besar yang tersusun atas unsur-unsur  C, H, O, dan N. Kadang-kadang mengandung unsur P dan S. Protein terdiri atas polimer asam amino. Tubuh membutuhkan 20 macam asam amino.

Menurut sumbernya, ada protein hewani,  protein yang berasal dari hewan, dan ada protein nabati, protein dari tumbuhan. Protein hewani merupakan protein sempurna karena mengandung asam amino esensial. Protein hewani dapat diperoleh dari daging, ikan, susu, dan telur. Protein nabati merupakan protein tidak sempurna karena kandungan asam amino esensialnya kurang lengkap. Jumlahnya kurang untuk memenuhi keperluan tubuh, kecuali dari kacang-kacangan, terutama kedelai.

Asam amino esensial tidak dapat dibuat/disintesis  sendiri oleh tubuh, sehingga dapat dicukupi dari makanan yang kita makan. Asam amino esensial, antara lain: isoleusin, leusin, lisin, metionin, valin, treolin, fenilalanin, triptofan, histidin dan arginin. Arginin dan histidin esensial terutama dibutuhkan pada masa anak-anak. Asam amino esensial harus didatangkan dari luar tubuh. Sumber protein yang mengandung asam amino esensial adalah telur, susu, daging, ikan, biji-bijian atau kacang-kacangan, dan lain-lain.

Asam amino non esensial dapat dibuat/disintesis  sendiri oleh tubuh. Asam amino ini, antara lain alanin, asparagin, asam aspartat, sistin, asam glutamat, sistein, glisin, glutamin, serin, prolin, dan tirosin.

Setelah melalui proses pencernaan, protein diserap oleh usus halus dalam bentuk asam amino. Asam amino membentuk struktur otak dan zat penghantar rangsang ( zat neurotransmitter ) pada sambungan sel syaraf. Asparagin diperlukan oleh sistem saraf untuk menjaga kesetimbangan dan diperlukan pula dalam transformasi asam amino. Asparagin ditemukan pada daging (segala macam sumber), telur dan susu (serta produk turunannya). Tirosin sebagai bahan baku pembuat neurotransmitter, katekolamin, dan serotonin yang mempengaruhi pengendalian diri, pemusatan perhatian (konsentrasi), emosi, dan perilaku anak. Tirosin terkandung dalam hati ayam, keju, alpukat, pisang, ragi, ikan dan daging.

2.VITAMIN
Vitamin merupakan senyawa organik yang sangat dibutuhkan tubuh, walaupun dalam jumlah yang sedikit, namun fungsinya sangat penting dan tidak dapat digantikan unsur-unsur lain. Vitamin berfungsi untuk memperlancar proses metabolisme tubuh dan tidak menghasilkan energi. Di dalam tubuh, vitamin bekerja sebagai katalisator tubuh, yaitu mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh.

Vitamin B dapat membantu perkembangan otak dan mengaktifkan fungsi otak yang pada akhirnya dapat meningkatkan memori. Penurunan memori pada otak sering dikaitkan dengan kekurangan vitamin B. Makanan seperti telur, daging dan bayam, memiliki jumlah vitamin B kompleks yang tinggi.
Vitamin B-12 merupakan nutrisi penting yang diperlukan untuk pembentukan mielin, yang penting untuk membentuk lapisan di sekitar serat saraf yang bertindak seperti isolasi. Kekurangan vitamin B-12 sering dikaitkan dengan kerusakan saraf, kehilangan memori, perubahan suasana hati, dan kelambatan mental. Vitamin ini banyak ditemukan dalam daging (sapi, kambing, ikan dan domba).
Vitamin B-6 sangat penting untuk fungsi neurotransmitter dan perkembangan otak. Kekurangan vitamin B-6 dapat menurunkan tingkat konsentrasi dan menyebabkan kehilangan memori jangka pendek, depresi, dan kecemasan. Kacang-kacangan, wortel, dan biji bunga matahari merupakan makanan sehat  yang kaya vitamin B-6.

3.MIINERAL
Mineral sangat dibutuhkan oleh tubuh, walaupun dalam jumlah sedikit. Zat besi merupakan unsur penting dalam produksi dan pemeliharaan mielin serta mempengaruhi aktifitas saraf.  Zat besi membantu  kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf.  Zat besi ditemukan dalam otak secara tidak merata, sesuai dengan kebutuhan masing-masing  bagian otak. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan rendahnya kecerdasan . Pemberian zat besi secara suntikan selama 5 hingga 10 hari untuk bayi yang anemia akibat kekurangan zat  besi dapat memperbaiki kemampuan anak.

Semoga bermanfaat.
Salam dariku (Mudiono).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar