Pengikut

Selasa, 17 Juni 2014

MEMBENTUK DISIPLIN ANAK



MEMBENTUK DISIPLIN ANAK

Anak yang disiplin ??  Orang tua mengharapkan mempunyai anak-anak yang disiplin. Kerapkali orang tua merasa marah, jengkel atau sedih karena melihat perilaku anaknya yang tidak disiplin. Hal itu kadang berakibat pada timbulnya tindak kekerasan terhadap anak, yang seharusnya tidak perlu terjadi bukan ?
Memang membesarkan anak tidak selalu mudah dan orang tua perlu menggunakan metode yang efektif untuk menangani masalah tentang disiplin anak. Disiplin yang baik harus melibatkan rasa hormat dan empati dalam mendidik anak Anda. Anak yang dibesarkan dan diberikan disiplin dengan penuh cinta kasih biasanya akan lebih bahagia, lebih akrab dan berperilaku lebih baik. Anak belajar dari perilaku orang tua terhadapnya.
Disiplin memiliki arti ketaatan pada peraturan, aturan atau tata tertib. Sebagai contoh, disiplin terhadap aturan keluarga, disiplin kapan waktunya belajar, disiplin kapan waktunya makan, disiplin kapan waktunya bermain, disiplin kapan waktunya istirahat / tidur, atau disiplin kapan waktunya sekolah dan pulang sekolah. 

Berikut tips tentang teknik yang baik dan efektif untuk membentuk disiplin pada anak :
1.Ciptakan hubungan saling menghormati antara Anda dan anak.
Dapatkah Anda menghormati anak Anda, layaknya sebagai manusia ?  Setiap orang berhak mendapatkan perlakuan yang saling menghormati, demikian pula anak Anda. Menghormati anak Anda akan menumbuhkan hubungan saling mencintai dan saling percaya. Untuk anak yang tidak disiplin atau kurang disiplin, sebaiknya Anda menegurnya dengan memberi nasehat pentingnya disiplin baginya. Sedangkan untuk anak yang disiplin, sebenarnya anak layak mendapat pujian atau penghargaan dari Anda.

2.Miliki rasa empati.
Empati merupakan kemampuan menghadapi perasaan dan pikiran orang lain. Hormati perasaan anak dan ajari mereka untuk menghormati perasaan orang lain juga. Ajak anak untuk berdiskusi dengan menanyakan apa yang akan orang rasakan atas tindakan yang anak lakukan. Misalnya, ketika anak tidak disiplin waktu makan/sering terlambat makan, maka saat anak merasakan sakit perut, anak biasanya dimarahi orang tua namun sebaiknya orang tua memahami apa yang dirasakan anaknya dan menasehatinya agar tidak sering terlambat makan.
Misalnya lagi, saat anak sedih maka Anda sebaiknya mengerti tentang kesedihannya dan mampu menghiburnya agar kesedihannya hilang. Contoh dalam kasus lain, misalnya bila teman anak Anda mengalami kesedihan, ajari anak untuk menghormati perasaan temannya itu dan ajari anak untuk membantu temannya itu.

3.Kenali usia dan tahapan perkembangan anak.
Memahami tahap perkembangan anak dan mengapa anak-anak berperilaku seperti yang mereka lakukan sangatlah penting.
Misalnya, Anda tidak bisa mengharapkan anak berumur 2 tahun untuk memahami tentang logika dan alasan. Oleh sebab itu, pahamilah kemampuan dan disiplin sesuai tahap perkembangan anak.

4.Upayakan dan tumbuhkan kebiasaan disiplin pada anak.
Memang hal ini tidaklah mudah karena memerlukan penanganan yang berkesinambungan sehingga disiplin menjadi bagian dari hidup anak Anda.

Semoga bermanfaat.
Salam dariku (Mudiono).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar