MEMBENTUK
DISIPLIN ANAK
Anak yang disiplin ?? Orang tua mengharapkan mempunyai anak-anak
yang disiplin. Kerapkali orang tua merasa marah, jengkel atau sedih karena
melihat perilaku anaknya yang tidak disiplin. Hal itu kadang berakibat pada timbulnya
tindak kekerasan terhadap anak, yang seharusnya tidak perlu terjadi bukan ?
Memang membesarkan anak tidak selalu
mudah dan orang tua perlu menggunakan metode yang efektif untuk menangani
masalah tentang disiplin anak. Disiplin yang baik harus melibatkan rasa hormat
dan empati dalam mendidik anak Anda. Anak yang dibesarkan dan diberikan
disiplin dengan penuh cinta kasih biasanya akan lebih bahagia, lebih akrab dan
berperilaku lebih baik. Anak belajar dari perilaku orang tua terhadapnya.
Disiplin memiliki arti ketaatan pada peraturan, aturan atau tata tertib. Sebagai
contoh, disiplin terhadap aturan keluarga, disiplin kapan waktunya belajar,
disiplin kapan waktunya makan, disiplin kapan waktunya bermain, disiplin kapan
waktunya istirahat / tidur, atau disiplin kapan waktunya sekolah dan pulang
sekolah.
Berikut tips tentang teknik yang baik
dan efektif untuk membentuk disiplin pada anak :
1.Ciptakan hubungan saling menghormati
antara Anda dan anak.
Dapatkah Anda menghormati anak Anda,
layaknya sebagai manusia ? Setiap orang
berhak mendapatkan perlakuan yang saling menghormati, demikian pula anak Anda. Menghormati
anak Anda akan menumbuhkan hubungan saling mencintai dan saling percaya. Untuk
anak yang tidak disiplin atau kurang disiplin, sebaiknya Anda menegurnya dengan
memberi nasehat pentingnya disiplin baginya. Sedangkan untuk anak yang
disiplin, sebenarnya anak layak mendapat pujian atau penghargaan dari Anda.
2.Miliki rasa empati.
Empati merupakan kemampuan menghadapi perasaan dan pikiran orang lain. Hormati
perasaan anak dan ajari mereka untuk menghormati perasaan orang lain juga. Ajak
anak untuk berdiskusi dengan menanyakan apa yang akan orang rasakan atas
tindakan yang anak lakukan. Misalnya, ketika anak tidak disiplin waktu
makan/sering terlambat makan, maka saat anak merasakan sakit perut, anak
biasanya dimarahi orang tua namun sebaiknya orang tua memahami apa yang
dirasakan anaknya dan menasehatinya agar tidak sering terlambat makan.
Misalnya lagi, saat anak sedih maka Anda
sebaiknya mengerti tentang kesedihannya dan mampu menghiburnya agar
kesedihannya hilang. Contoh dalam kasus lain, misalnya bila teman anak Anda
mengalami kesedihan, ajari anak untuk menghormati perasaan temannya itu dan
ajari anak untuk membantu temannya itu.
3.Kenali usia dan tahapan perkembangan
anak.
Memahami tahap perkembangan anak dan
mengapa anak-anak berperilaku seperti yang mereka lakukan sangatlah penting.
Misalnya, Anda tidak bisa mengharapkan
anak berumur 2 tahun untuk memahami tentang logika dan alasan. Oleh sebab itu,
pahamilah kemampuan dan disiplin sesuai tahap perkembangan anak.
4.Upayakan dan tumbuhkan kebiasaan
disiplin pada anak.
Memang hal ini tidaklah mudah karena
memerlukan penanganan yang berkesinambungan sehingga disiplin menjadi bagian
dari hidup anak Anda.
Semoga bermanfaat.
Salam dariku (Mudiono).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar